//
you're reading...
Uncategorized

PAKAN UNTUK TERNAK POTONG

A. Bahan Makanan

Pada dasarnya bahan makanan untuk ternak ruminansia (sapi, kambing, domba) dapat digolong-golongkan menjadi :

  1. Hijauan.

Hijauan  merupakan bahan makanan yang mempunyai kandungan serat kasar yang tinggi. Makanan kasar ini biasanya berupa hijauan baik dalam bentuk masih segar maupun hijauan yang telah diawetkan (kering) dan pada umumnya hijauan terdiri dari jenis rumput-rumputan dan leguminosa. Hijauan segar adalah makanan yang berasal dari hijauan dan diberikan dalam keadaan segar. Yang termasuk dalam hijauan segar ialah rumput segar, daun kacang-kacangan (leguminosa) segar dan silase.Hijauan kering ialah makanan yang berasal dari hijauan namun telah dikeringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan cahaya matahari atau dengan alat pengering. Yang termasuk hijauan kering misalnya jerami padi, jerami jagung, jerami leguminosa dan hay.

Perbedaan hijauan segar dengan hijauan kering, adalah hijauan kering dapat disimpan sedangkan hijauan segar tidak tahan disimpan hijauan kering membutuhkan ongkos angkut yang lebih relatif sedikit karena volume dan beratnya telah berkurang, hijauan kering memiliki kadar vitamin sudah sangat menurun seb agai akibat proses pengeringan. Kadar vitamin dalam hijauan kering sudah menurun, maka pada ransum yang keseluruhannya menggunakan hijauan kering harus dilengkapi dengan vitamin dari luar.

Bahan makanan hijauan ini mempunyai fungsi sebagai pengenyang (bulky), sumber karbohidrat, vitamin-vitamin dan protein (jenis leguminosa).

2.  Konsentrat

Makanan konsentrat merupakan bahan makanan yang mempunyai kandungan serat kasar rendah, mudah dicerna dan mengandung minimal 20 persen protein.

Konsentrat dapat berupa satu bahan pakan atau campuran beberapa bahan pakan yang diracik/disusun sedemikian rupa sehingga menjadi suatu bahan yang mengandung protein sebesar 20 persen atau lebih dan serat kasar yang rendah yang berfungsi untuk melengkapi kekurangan gizi dari bahan makanan lainnya.

3.  Makanan tambahan

Bahan makanan tambahan biasanya terdiri dari vitamin-vitamin dan mineral.

a.  vitamin perlu ditambahkan karena sering terjadi adanya kekurangan . vitamin yang harus diperhatikan untuk sapi adalah vitamin D, vitamin A dan caroten (provitamin A).

b.  mineral sebagai bahan makanan tambahan berfungsi untuk sumber zat gizi yang diperlukan dalam produksi, seperti calcium dan phospor ( Ca dan P). Sumber mineral calcium dapat digunakan kapur tohor (CaCO3), sedang untuk sumber phospor dapat digunakan tepung tulang.

B. Jumlah Pemberian Pakan.

Jumlah makanan yang diberikan tergantung pada cara pemeliharaan, tujuan pemeliharaan dan kebutuhan ternak.

  1. Berdasarkan cara pemeliharaan.

Jumlah pemberian ransum yang berdasarkan pemeliharaan yang dimaksud adalah tergantung ternak dikandang terus-menerus  atau digembalakan di padangan. Untuk ternak yang dikandangkan terus maka makanan harus banyak tersedia dan memenuhi kebutuhannya, sedangkan ternak yang digembalakan dapat memilih dan makan yang disukainya.

2.  Berdasarkan tujuan pemeliharaannya.

Jumlah dan sususan ransum pada ternak sapi yang sengaja digemukkan akan berbeda dengan jumlah ransum yang diberikan untuk ternak sapi yang dijadikan sebagai bibit atau produksi anak.

3.  Berdasarkan kebutuhan ternak.

Menurut beberapa ahli seekor sapi dewasa memerlukam persediaan jumlah makanan pangkat ¾ dari berat badannya, atau dalam rumus sebagai berikut :

X = W3/4 ,  dimana  X  = Jumlah pemberian (kg)

W = Berat badan (kg)

Namun untuk memberi pengaruh yang lebih efesien maka pemberian harus dibedakan menurut kondisinya, yaitu sapi induk yang sedang menyusui, sapi induk yang sedang bunting, sapi pejantan dan sapi yang digemukkan.

Secara umum yang dilakukan bahwa jumlah pemberian ransum untuk ternak sapi dengan berdasarkan berat badannya, yaitu untuk hijauan sebesar 10 persen dari berat badan dan untuk konsentrat sebesar 1 persen dari berat badan.

4.  Penyajian makanan ternak.

Cara penyajian makanan ternak untuk ternak potong yaitu terbagi menjadi 3 cara :

a. Penyajian di kandang: pada cara ini seluruh makanan kebutuhan ternak diberikan atau disediakan dalam kandang, sehingga ternak tidak perlu mencari makan diluar kandang. Cara ini biasa digunakan untuk penggemukan/finishing karena untuk mengurangi energi pergerakan.

b.  Penyajian dipadang : ternak dalam hal ini mencari makanan sesuai yang disukaikarena ternak dilepas padapadangpenggembalaan. Hal yang perlu diperhatikan pada cara ini yaitu ternak perlu mendapat tambahan makanan untuk kesempurnaan gizinya dan biasanya yang diberikan adalah konsentrat dan mineral dan cara ini biasanya digunakan pada usaha pembibitan.

c. Penyajian di kandang dan di lapangan : cara ini merupakan gabungan dari ke dua cara penyajian di atas yaitu pada pagi hari dan sore hari di kandang disediakan makanan konsentrat /mineral, sedang pada siang hari dilepas dilapang penggembalaan. Cara ini dapat dilakukan untuk usaha pembibitan maupun penggemukan apabila lapangan penggembalaan yang dimiliki terbatas.

C. Standar  Kebutuhan  Gizi

Standard kebutuhan zat gizi (nutrient) yang harus dipenuhi dalam ransum untuk ternak potong golongan ruminansia yang akan digemukkan, yaitu protein kasar (PK) sebesar 12 – 15 %, serat kasar (SK)  ≥ 19 %  dan energi (TDN)  60 – 70 %.

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: